Kontraktor Pacitan tumbang satu persatu membuat Rudi Ompong prihatin
Pacitan *post 15-10-206.
Pada tahun 80 an sampai 90 an boleh dibilang kontraktor Pacitan merajai , bahkan saking banyaknya ketika itu berdiri 5 organisasi Jasa Kontruksi.
Sedang Perusahaan Jasa Kontruksi ada sekitar 200 perusahaan , mereka bersaing sehat dan bahkan sekalipun jumlahnya banyak , semua hampir kebagian pekerjaan.
Jenis pekerjaanpun ketika itu ( terutama Penunjukan langsung ) jumlahnya bisa ratusan ,hingga memungkinkan semua kontraktor dapat jatah partisipasi mengerjakan sebuah proyek.
Namun seiring perjalanan waktu , aturan mengenai hak mendapatkan proyek semakin terbuka dan bebas , siapapun boleh mengakses pekerjaan yang ditawarkan instansi.
Akibatnya , kontraktor kontraktor luar kota , dapat mengikuti lelang di Pacitan tanpa bisa dicegah , mereka berdalih aturan.
Tragisnya kontraktor kontraktor dari luar kota menawar pekerjaan sangat berani turun jauh dari pagu yang ditetapkan.
Menurut ketua Gapensi Pacitan Imam Jazuli , saat ini kontraktor Pacitan hampir tumbang semua , hal ini disebabkan persaingan yang buruk , tanpa melihat untung rugi.
Teman teman berpikir , ketimbang jadi kontraktor merugi terus menerus , lebih baik tutup dan tidak mengaktifkan perusahaanya., tegas Imam Jazuli....
Disamping itu , yang lebih memprihatinkan Para kontraktor , karena awalnya tidak ngira situasinya akan berubah drastis , neraca pemilik Jasa Pengadaan tidak diantisipasi , sehingga banyak kontraktor meninggalkan tanggungan di Bank yang tidak sedikit ( Aldino)