Pacitan Post , 01- 06 - 026.
Ribut ribut Abu Janda / Permadi Arya yang kini di Polisikan. Warga Sumatra Barat , telah mengingatkan kita pada era Jaman Djokowi masih memimpin Indonesia antara tahun 2014-2024.
Nama nama pendengung ( Buzzer) seperti Deny Siregar , Ade Armando , Guntur Romli , Abu Janda , Kunto Kuntadi pada jaman Jokowi mereka hidup bak ,, Teman Raja ,, yang tidak tersentuh hukum , hidupnya bergelimang harta dan kemewahan.
Mereka / para pendengung mau ngomong apa , mau menghina siapa dan mau menilai apa di negeri ini pokoknya bebas .
Belasan bahkan puluhan kali para pendengung dilaporkan Polisi oleh masyarakat atau kelompok tertentu , tapi tak ada satupun yang mampu menjerat para pendengung / Buzzer masuk ke deruji besi , mereka semua aman bahkan hingga kini.
Hanya saja kondisinya sekarang jauh berbeda , mereka menyebar diberbagai komunitas yang eksistensinya jauh dari lingkaran istana , tapi setidaknya tidak sampai terlunta lunta sih nasib mereka.
Ade Armando sempat di PSI tapi dibuang kemudian , Guntur Romli dari PSI menclok di PDIP , Deny Siregar , Ferdinan Hutahean tidak jelas kemana dan terakhir Abu Janda yg kini dipolisikan oleh berbagai komunitas Warga Sumbar.
Sekarang pertanyaanya , akankah di jaman Presiden Prabowo ini para Pendengung / buzzer yang kerap bikin ulah dan acap menghina umat islam ini masih kebal hukum ? Mari kita lihat bersama sama , akankah Abu Janda , Ade Armando dan Grace Natalie bakal masuk penjara ? Ataukah sama saja...mari kita lihat...dan buktikan.
Sebenarnya umat Islam di Indonesia benar benar sudah muak atas hinaan dan cacian para pendengung kala itu , tapi semua hanya bisa bersabar seraya menunggu kode Illahi Robby.
Awal tahun 2023 satu tahun sebelum gelaran Pilpres , para pendengung yang terdiri dari Deny Siregar dkk yang sudah ancang ancang akan bekerja dibelakang Ganjar Pranowo tiba tiba dipanggil Presiden Djokowi di Istana Negara .
Situasi yang awalnya dikira akan ada berita pekerjaan untuk Ganjar Pranowo sebagai Pendengung , tiba tiba Presiden Djokowi secara tegas bilang ke para pendengung , kalau dirinya tidak mendukung pasangan Ganjar dan Mahfud.
Konon dalam informasi yang didapat media kala itu , Para pendengung putus asa bahkan ada yg marah kepada Presiden Joko Widodo , kami semua sudah all out memenangkan Ganjar Pak ! Tapi Presiden Jokowi tak peduli...
Itulah akhir perjalanan para pendengung alias Buzzer yang kala itu hidup adigung adiguna dibawah bayang bayang istana , ibarat burung salah menclok , kini hidupnya semakin tidak jelas , tidak sampai terlunta lunta sih ......tapi cukup membuat para pendengung bingung...mau ikut siapa...!..( ditulis redaksi sebagai edukasi jurnalistik)