Buruh Linting sebuah pabrik rokok dok transf.
Pacitan Post.9.9.025.
Kelangsungan usaha Pabrik Rokok ,salah satunya adalah karyawannya / buruh lintingnya memenuhi standart kesehatan yang baik.
Hal ini dikarenakan , lokasi tempat bekerja buruh Linting (penuh ) dengan kontaminasi bahan yang mereka kerjakan , yakni tembakau , cengkeh dan jenis ramuan yang lain.
Menurut salah satu dokter Rumah Sakit Darsono Pacitan dr Johan Putranto , tempat bekerja yang banyak terkontaminasi zat zat kimia ,seperti Pabrik Cat , Asbes ,Rokok dan lain lain karyawannya harus mendapat tambahan menu ,( asupan) tambahan yang bergizi tinggi.
Dokter yang gemar burung ocehan itu meminta , kepada pengusaha pengusaha yang mengerjakan jenis usaha tersebut , agar memperhatikan asupan tambahan bergizi tinggi bagi karyawanya , Ojo nganti karyawane' ketok ngluyub ngluyub Kabeh, jare Johan.
Sementara , Pengusaha Pabrik Rokok Sukses Widarto , yang mengerjakan ribuan buruh linting rokok , mengaku karyawannya sering mendapat bantuan asupan bergizi dari Pemerintah Kabupaten Pacitan , namun demikian jika memang dirasa masih perlu tambahan asupan menu bergizi , tolong pemerintah memperhatikan karyawan karyawan kami, pinta Wid.
Terkait dugaan tuduhan, Pemkab Pacitan tidak transparan dalam penggunaan dana Cukai yang beberapa waktu lalu dilontarkan sebuah organisasi media , Pemerintah Kabupaten Pacitan belum memberikan Jawaban Pasti , hanya saja salah satu Kabid Kominfo Bagus Cahyadi akan meneruskan atau menanyakan adanya dugaan penyelewengan dana cukai ke beberapa instansi ,seperti Dinkes , Satpol PP , Kepolisian , Dinas Sosial , Rumah Sakit ,Bagian Perekonomian dan lain lain.
Sayang hingga saat ini , pihak pihak yang menyalurkan dana cukai belum memberikan klarifikasi terkait dugaan dugaan tersebut .
Hingga berita ini ditulis , Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji dihubungi Wartawan media ini belum bisa , berkali kali ditelpon Hp nya masih tulalit..tulalit..tula.. lit...( Tiks)